Aku Menangis

Posted on September 18, 2011

0


Aku Menangis

Aku menangis ketika dibacakan ayat-ayat Qur’an,
Hatiku yakin akan kebesaran Illahi,
Pesantren Suryalaya membawaku,
Alam mimpi para ulama, syuhada dan kesultanan.

Aku menangis ketika dibacakan ayat-ayat Qur’an,
Jiwaku terurai dama,
Jalan ruhani itu pasti,
Ini bukan mimpi, tapi
Allah-lah yang berkehendak,
memberiku jumpa Nabi.

Aku menangis ketika dibacakan ayat-ayat Qur’an
Hatiku tentram berdzikir,
Merenung dalam pikiran kalbu,
Indah jalan menuju Allah.

Aku menangis ketika dibacakan ayat-ayat Qur’an,
Jiwaku dibawa malaikat surga,
Yang menurunkan kebenaran Nabi,
Jamaah yang berpakaian serba putih,
Mengelilingiku dalam dzikir syahdu,
Tentram, damai, terusik, hkmat.

Aku menangis ketika dibacakan ayat-ayat Qur’an,
pikiranku ridhlo, pasdrah,
dalam alam malakut yang suci,
Aku bersujud dengan hikmat, tumakninah.
Allah memanggilku, menyapaku, bercengkrama dalam kebenaran.

Aku menangis ketika dibacakan ayat-ayat Qur’an,
Jiwaku rapuh, pulih, terisris oleh keagungan Allah yang Esa.
Inilah jiwa, raga, hati, otak islamku.

Aku menangis, ketika dibacakan ayat-ayat Qur’an,
Lembut, merajuk, sejahtera, damai, dan menusuk kalbuku.
Sayang kau tak disana untuk menyaksikan amal islamku.
Suara lantunan lemut yang membahana memenuhi ruangan.
Ikutlah denganku, membaca Qur’an dengan tartil.
Bacakan Qur’an untukku sekali lagi.

Aku menangis ketika dibacakan ayat-ayat Quran,
Maha benar Allah dengan segala firmannya,
Kau sembuh dari penyakit hatimu, yang kikir,
pelit durhaka dan menggoda.

Aku menangis ketika dibacakan ayat-ayat Qur’an.
Pikiranku jernih,
Barokah Allah turun,
Hatiku Ikhlas,
Dzikirku kuat,
Damailah jiwaku.
Berkelana pada alam malakut.
Halus, lembut, syahdu,
Al-Qur’an dan hadist Nabi tempatku
Berpegang teguh.

Aku menangis ketika dibacakan ayat-ayat Qur’an,
Hatiku damai,
Jiwaku tentram,
Kecerdasanku mengeliat.
Hanya pada-Mulah Allah, kami bergantung
Doaku pasti,
Kepada Allahlah kuberharap.

Aku menangis ketika dibacakan ayat-ayat Qur’an,
Hatiku mengelana dalam masjidmu,
Indah, damai, tentram, menyambut panggila-Mu.
Teramat dalam untuk dikenang,
Teramat dalam hikmat untuk disampaikan,
Teramat lembut untuk disanjung,
Teramat mulia untuk dibantah.

Hanya Allah tuhanku yang Esa,
Hanya Allah tujuanku,
Hanya Allah pengharapanku,
Hanya Allah pelidungku.

Aku menangis ketika dibacakan ayat-ayat Qur’an,
Untuk-Mu kami bersuud,
Untuk-Mu kami dengarkan lembar Qur’an,
Untuk-Mu kami menangis, bersimpuh,
Untuk-Mu kami berharap.

Yogyakarta, 14/11/2011

Sujatmika, SS

Posted in: Uncategorized