Melayat!

Posted on September 22, 2011

0


Melayat!

Hidup tak selamanya, kelak aku, kamu, mereka semua akan mati! Yach, mati. Ingatkan kami keada kematian, niscaya hati menjadai tentram, jauh dari kerakusan dunia. Jah dari rasa angkara murka. Jauh dari berbuat dosa. Jauh dari prasangka-prasangka buruk kepada Tuhan. Tak ada yang mesti disesali, dunia ini kelak kiamat, dan seluruh makhluk tuduk kepada sangpencipta; Allah.

Melayat!

Taburkan bunga yang wangi, dipuasanya. Bawakan doa, dzikir, dan takhlil. Hanya dengan itu segala amal diteria. Lalu mau apa lagi, ketika hidup ini mesti berbagi. Berbagi kepada sesama, berbagai kepada yang miskin, dan beragai ntuk seluruhnya apa yang Anda milki. Dunia ini tak ada harganya, kecuali amal dan peruatanmu. Semua runtuh harapan jika kau meninggal. Apalah artinya jika engkau telah diantar keliang lahat. Bermallah sebelum mati; dan perbayaklah ibadah pada Allah, yang maha Kuasa.

Melayat!

Sanak familii, tetangga, relasi, atau sapapun saja yang Anda kenal. Tak ada ucapan yang patut kecuali ikut berduka dan berbela sungkawa. Melayat memberikan inspirasi bagi dirimu, tentang alam kenatian, alam ruh, alam barzah, alam akhirat, dan hari pengadilan surga dan neraka. Tak ada yang semestinya dikenang, selain amal dan dosa-dosa.

Melayat!

Kewajiban soaial yang tak boleh ditinggalkan. Semua bergerak dalam runtutan waktu yang terus bergerak bersama. Hanya derai air mata, yang terurai deras atas ditinggalkan oleh keluarga, sanak famili, relasi, si mayit. Semua kelak melakoninya. Tuhan tak ada yang dibawa oleh manusia didunia ini selain amal dan dosa. Jeritan, tangis, harta benda, semua kembali pada-Nya.

Melayat!

Hidupkan hati, tambah mengerti akan makna kehidupan, hidup kekal dalam hadirat Allah, Tuhan yang Kuasa. Bekali diri. sembuhkan hati, jernihkan fikiran, bawa keikhlasan. Dan tuniakan segala kewajiban. Hanya sedngan itu aku mengerti apa artinya hidup dan kehidupan ini, membawa arti yang tak pernah lekang oleh lapuknya zaman.

Posted in: Puisi