Jiwaku Bergetar

Posted on September 23, 2011

0


Jiwaku Bergetar,

Tuhan yang maha berkehenak, berikan aku kecukupan hati untuk mengadu. Bercengkrama, atau berdilog. Ada tudung-tudung yang mengikutiku. Mimpi-mimpi alam nkenabian yang dahsyat. Muhammad Rasulullah. Jiwaku bergetar sangat kencang ketika, seiriung kubermimpi dalam kenabian Muhammad. Ketakutan, keberanian, penglihatan dalam alam malakut, yang panjang. Aku merenung sejenak dalam mimpi jumpa nabi. bermimpi disembeliah Allah Tuhan yang Maha Perkasa. Jiwaku yang rapuh mengattarku pada keyakinan yang sempurna. Ada banyak cara untuk mengerti, memahami, berdialog, menulis, berbicara ataupun menyapaikan pengalaman kehidupan ruhani.

Jiwaku Bergetar,

Jiwau bergetar kencang. Ketika kau sapa hidupku dalam kenyataan dunia. Dunia yang tercipta dari kehendak Tuhan. Hanya dengan inilah kubersujud, memohon kekuatan. Memohon kebaikan Tuhan. Memohon kebikan Qur’an. Kumemohon pada kebaikan kabar-kabar Illahiayah. Hanya denganmu aku melantunkan puisi Cinta Nabi.

Jiwaku bergetar, ketika pikiranku pulih kembali mengingat-ingat kebaikan Tuhan dalam hidupku. Banyak cerita, yang bermakna, secara terus-menerus membawaku pada pengabidian diri pada Allah sajalah kuberharap. Hanya pada Allah sajalah kuberpasrah diri. Tak ada yang bisa; kecuali kesungguhan untuk bergerak dalam ilmu kenabian, Qur’an ataupun apapun saja sumber yang kupercaya keshihannya.

Jiwaku Bergetar,

Shalawat,
Doa,
Dzikir,
Tilawah,
Taqorub,
I’tibar,
Itiba’
Muhasabah,
Taddabur,
Tafakur,
Tandrib,
Taskhih,
Takbir,
Takhmid,
Tahlil,
I’tirosh.

Jiwaku Bergetar,

Katakan yang sejujurnya, jika kau mau mengikutinya.
Katakan keterbukaan, jika kau ingin melihatnya.
Katakan kesungguhan, jika kau ingin keberhasilannya.
Katakan kebaikannya, jika kau ingin bicara,
Katakan kemauanmu jika kau ingin mengkoreksi dirimu.
Katakan kesempuraan pikiranmu, jika kau ingin mengaca diri.
Bawalah semuanya. Milkilah keangguhan dari Tuhan atas kehendak dalam doa dan dzikirmu.

Jiwaku Bergetar,

Hanya dengan jalan ini, kuarungi luasnya lautan imu.
Hanya dengan jalan ini, kubersujud pada kehendakmu.
Hanya dengan jalan ini, kumenati uluran taangan-Mu.
Hanya dengan jalan ini, kutempuhi lorong kehidupan yang panjang.
Hanya dengan jalan ini, kuikuti langkah i’tibak pada nabi.

Posted in: Puisi