Cerita dari Solo

Posted on September 24, 2011

0


Cerita dari Solo,

Apa yang semestinya kudapati selama ini. Sungguh aku menyesal bahwa kesuksesanku sempat tertunda. Semenjak tahun 2000, aku bergerak dalam pekerjaan. Setelah lulus kuliah aku masuk P4N-UGM, selanjutnya ke LP2S, dan sempat beberapa bulan bekerja di MUC-Global. Kemudian beberja waktu paruh untuk PSSDA-Bakosurtanal.

Cerita dari Solo,

Kuliah, mengurus masjid, merancang pesantren ramadhan, dan kegiatan soaial lainnya. Tiada yang lebih berrga selaian pertemanan yang pernah disusun dari komunitas humaiora. Pergerakan pemikiran yang menjadikan hidup dan kehidupan ini tertata rapi. Antara harapan dan kenyataan telah membawaku pada pergumulan teori filsafat; Ontologi, Aksiologi, dan Epistemologi. Aku tak begitu faham maksudnya, keculai setelah membacanya andasemakin pintar dan menang dalam diskusi dan berdebat.

Cerita dari Solo,

Kapan kau ke Yogya, Ayu sering menayangkan kapan kau ke Yogya. Di Depan ada masjid. Masih ingat ya, kesengsem ya. Pergerakan mahasiswa 1998, menorehkan pengalaman melibat banyaknya demotrasi di negeri ini. Apa yang kau suka apa yang kau maui. Semua terlihat dalam tayangan-tayangan televisi. Atau bahkan Anda melihat secara langsung.

Cerita dari Solo,

Kuliah, pacaran Mengaji, dan bekerja. Terus membuat usaha! Lalu apa lagi yang mesti dikerjakan? Kisah-kisah dari masjid kemasjid, berjaulah, berdiskusi, mengikuti khootbah Jum’at dalam masjid-masjid yang berbeda. Mengelola pesantren Ramadhan, atau barangkali beerja di lingkungan mushola. Tahun 2000 aku meninggalkan kota solo, dan langsung ke Jakarta mencari kerja; tak lama kemudian sakit. Terus belajar di Pesantren, Berobat ke Grashia dan Puri Nirmala. Ikut pesantren Inabah, Suryalaya, dan Al-Qodir.

Cerita dari Solo,

Ketua masjid, Sekum, pendataan mahasiswa, dan lulus ujian. Bekerja dengan internet dan menghatamkan Al-Qur’an. Ada banyak memori cerita yang masih tersimpan dalam disk-komputer. Tunggu ya!

Posted in: Puisi