Lautan Ilmu

Posted on September 24, 2011

0


Lautan Ilmu,

Bangsat! Semua yang kuusahakan lenyap dalam sekejap, hilang. Tendangan maut dari polisi itu mendarat pada wajahku. Aku salah jalur. Seharusnya tak kupenuhi panggilan temanku untuk menelusurjalan kota itu. Aku hanya sempat berfikir sejenak dari kisah-kisah darinya. Kalau mau, ambil semua, temanya serega menyingsingkan baju dan menuntun sepeda motorku. Aku ditilang dan diambil dompetku.

Lautan Ilmu,

Kawanku, yono, mengajaku beli white broad, dan kaset. Aku terpeleset jalan yang licin. Ketika kuberitahuan, aakun internetku, berantakan dan ada beberapa hal yang telah mengubah-ubah data-dataku. Sebagianhilang dan mati. Pekerjaaku menjadi berantakan. Bertahun-tahun kusun  pekerjaanku,sebagian hilang.

Lautan Ilmu,

Aku belajar banyak hal dari pak Supriyantoro, Pak Banu Witono, Pak Subari, dan Arif Prabowo dan Winarto, maupun Arifa’i. Aku mencoba terus berinternet, agar tidak ketinggalan zaman. Kutonton seluruh chanel berita, RCTI, SCTV, Indosiar, dan Metro-TV. Ibaratnya, lautan ilmu kan kudaki, lautan harta kan ku raih. Kutulis sebagian seperlunya, dan kubuat ulasan apa yang bisa aku tangkap maksudnya.

Lautan Ilmu,

Tiada hal yang berguna, selaian uluran tanganmu, untuk bergerak menuju kebaikan kehidupan. Ada bait-bait syair yang sedang aku karang, aku tulis, aku nyanyikan, dan kuterulusr di internet.Luasnya lautan ilmu yang sedang aku pikirkan untuk bergerak dalam kecepatan tinggi, semua berubah menurut hitungan lama. Apa yang kuperoleh adalah kemudahan memperoleh informasi, komunikasi dan pergaulan sosial. Aku cukup ramah, dan santun.

Lautan Ilmu,

Beberapa kali sempat ditayakan, sudah menikah?

Posted in: Puisi