Andai Kau Mencintaimu

Posted on September 27, 2011

0


Andai Kau Mencintaimu,

Sungguh, andai kau mencintaiku. Ada sedeeret harap yang bergejolak di hati ini. Ada kerinduan yang mendalam untuk direnungkan. Ada goresan hati yang melukaiku. Hidupku sendiri. Sepi. Tak ada apapun tanpa hadirmu, membawa mimpi-mimpi kehidupan.. Bunga-bung yang sedang tumbuh semerbak harum mewangi di rumahku. Ruang yang sengaja aku buatkan untukmu. Menyentuh irodhad kalbu.

Sungguh, andai kau mencintaiku. Perkuliahan yang telah usai, pekerjaan yang terus menumpuk di komputerku. Hanya sekedar browsing, mencari-cari file lama yang telah kutuliskan untukmu. Sedert tembang dalam rak lemariku telah usang dimakan zaman.

Andai Kau Mencintaimu,

Izinkanlah aku mengulang kembali kenangan kita. Ada deretan memori cinta yang merajuk dihatiku. Selalu kuingat-ingat kenangan kita sewaktu kuliah bersama, beriunternet bersama, dan menulis puisi-puisi cinta. Apa yang kau carai-cari adalah jawaban yang sedang aku buat untuk menyambutmu.

Tiada kenangan yang indah selain cinta. Ada suka ada duka, ada senang ada gelisah. Ada kejujuran ada kebohongan yang sengaja kau buat. Bukan dusta, tetapi mimpi cinta yang sedang tumbuh. Hatiku resah, pikiranku kandas teronggok didalam mimpi kehidupan. Ada bayang-bayang cinta yang terkadang kumainkan. Dan sederet lagu-lagu memori yang pernah mengelanyut menelusuri loring-lorong waktu kehidupan.

Andai Kau Mencintaimu,

Hatiku terkulai lemah, fikiranku mererawang jauh. Sungguh telah kau ajarkan aku mencintaimu. Dari kisah pertemanan yang sedang kujalani. Apapun yang kau pinta, kucarikan jawabnya segera, dan kubawakan apapun yang kau pinta. Pita merah yang kau kirimkan, menjadi artefak yang indah. Puisi-puisi cinta yang telah kau buat memenuhi rung-ruangku. Kau melamunkan diriku. Ada email-email cinta yang kau ciptakan. Dan perjalan waktu membawaku kemimpi-mimpi kehidupan keluarga. Tiada yang indah selain cinta yang membara. Berkasih sayang dan menemukan jati diri darimu yang sengaja kau bagi. Sungguh barangkalai aku telah mencintaimu.

Andai Kau Mencintaimu,

Hanya mimpi sesaat ataukah harapan yang sengaja kau bangun untukku. Menukik harapan yang anjang akan arti hidup dan kehidupan. Berciuman, berkasih sayang, dan berkir untuk membelanjakan waktu untuk menyusun keluarga yang baru. Sungguh, anda kau mencintaiku. Kan kubangunkan diriku dalam lautan cinta. Semua orang melakoninya. dankau telah menjadi buah kasih yang hilang dalam ingatan waktuku. Tiada hari yang kulewati selain kupernah mengeja namamu, “Ayu Permatasai”.

Andai Kau Mencintaimu,

Ada berkas cahaya yang menguning. Matahari terbit dari arah timur. Sinarnya kuning keemasan dan kemudian pudar mutih. Hari-hariku sepi, rindu dan membayangkan kampungmu yang damai-islami. Ada ruang waktu untuk menyusur kembali akan makna kehidupan. 

Posted in: Puisi