Nasib

Posted on September 29, 2011

0


Nasib,

Peruntungan. Kesempatan. Nasib. Keberhasilan. Ada gagasan-gagasan segar yang terus muncul untuk menuliskan duunia sastra [novel, puisi, cerita]. nasib telah membawaku pada kemauan untuk menulis, menghibur pembaca.Yang penting dari pekerjaan baruku adalah adanya kesinambungan dengan pelajaran sewaktu kuliah. Ada peruntungan yang terus menerus mengikuti langkah-langkahku. Aku bergembira mendapat banyak bahan untuk menuis [televisi, radio, internet, buku, koran dan obrolan kawan-kawan di mushola]. Ada banyak bahan untuk menuliskan sesuatu yang berguna. Nasib telah membawaku pada pengalaman kerja. Aku pernah bekerja di P4N-UGM [Yogyakarta], LP2S [Sleman], MUC-Global [Jakarta], PSSDA [Jakarta]. Dan sekarang menjadi penulis di blog hhttp://sujatmika-sastra.blogspot.com/.

Nasib,

Tidak perlu berpanjang lebar, menulis adalah cerdas, sehat, dan penting. Internet membawaku untuk giat menulis dan membuat analisa seperlunya. Dunia sastra adalah dunia yang sedikit berbeda dengan dunia jurnalistik dan wartawan. Hanya yang penting adalah adanya estetika, seni, dan kemampuan mendayagunakan bahasa untuk menyampaikan pokok-pokok pikiran. Analisis kebudayaan, dan kemahiranmenuangkan gagasan-gagasan, ide-ide dan kemamuan menyusun kalimat-kalimat kreatif yang mudah dimengerti pembaca. Menulis, menulis, menulis. Pokoknya tersaji buah-buah pikiran segar yang patut untuk dibaca.

Nasib,

Pergaulan, keberanian mengemukakan pendaat, guyonan,  atau sekedar berbasa basi untuk menyampaikan pokok-pokok pikiran,  ngrumpi, atau berbagi rasa dengan teman. Ada sederet metode memulai penceritaan, memulai dengan judul-judul yang menarik untuk diperbincangkan. Pengetahuan sederhana dari cara berbicara, cara menyimak, berpuisi, atau menyusun kalimat-kalimat pendek yang ritmis. Yang sedang aku pikirkan adalah nasibku yang sedang berubah menuju kesempurnaan. Ada nuansa jiwa yang terus-menerus tumbuh. Ada pengertian-pengertian baru yang bisa aku pelejari. Nasib telah membawaku untuk mencintai dunia menulis.

Nasib,

Apa pun yang terjadi aku memutuskan untuk satu atau dua tahun ini untuk menulis. Merenungkan peri kehidupanku yang sedang tumbuh dewasa dalam mengemukakan pendapat. Siaa tahu ada peruntungan lain yang akan datang padaku. Pergaulan, pergaulan atau sekedar mengalami perubahan gaya berfikirku. Yang terpenting sebenarnya ada kemauan untuk mengubah nasib, menjadi lebih baik.

Nasib,

Perkembangan informasi yang kusimak melaui televisi telah memberiku inspirasi untu menulis film, artikel, dan menulis dunia imajiner [Sastra]. Mudah kiranya untuk dikerjakan. Dan mendatangkan perubahan cara berfikir. Yang terpenting adalah hadirnya wujud tuisan yang bisa diikuti oleh pembaca. Siapa tahu menghasilkan request, dari pembaca dan penerbit.

Posted in: Gagasan