Pergi Haji

Posted on September 30, 2011

0


Pergi Haji,

Bapakku pergi haji. Ya, Sugiya Siswasudarma. Entah apa yang sedang difikirkannya. Pelatihan yang dilakoninya sudah mencapai satu tahun. Ada banyak undangan yang sering datang ke rumah. Bapakku siapa pergi haji. Tanggal 20 November 2011 ini. Ada banyak do’a yang dimintakannya. Pengajian demi pengajian telah dijalaninya. Persiapan yang matang untuk segera menunaikan pergi haji. Ada banyak kesempatan yang tidak pernah dilupakannya. Kakaku, Suprajaka dan Subagya, telah berangkat haji terlebih dahulu di tahun-tahun kemarin. Yang sedang dijalaninya adalah menambah pengetahuan hikmah pergi haji. Tentunya banyak kenangan indah yang telah dibawanya. Ada sekumpulan doa’ yang telah dipanjatkan.

Pergi Haji,

Inilah saatnya untuk merenung sejenak. Mengistirahatkan pikiran. Merendahkan hati pada-Nya, dana memohon ampunan pada-Nya. Kami berikir bahwa yang terpenting dari manasik haji, pengajian, dan upacara pamitan haji, akan menjadikan hati lebih siap lebih dahulu. Ada kesempatan untuk berniat ikhlas dan mengumpulkan segala do’a untuk menjadi haji yang mabrur. Niat haji, proses latihan, dan kesiapan berngkat [jasmani dan ruhani]. Yang terpenting adalah kesungguhan untuk menjalaninya dari waktu ke waktu. Perjalanan haji sendiri memakan waktu yang tidak lama. Yang membuat hati menjadi rindu pada Ka’bah. Hati yang menjerit, memohon pada kemurahan Allah.

Pergi Haji,

Perjalanan haji, dengan menggunakan pesawat “Garuda Indonesia Air Ways”, tentu akan meruapakan perjalann yang khusuk, hikmat, dan penuh barokah. Setelah pensiun bapakku mengumpulkan uang untuk mendaftar haji. Pikirannya telah bulat, niatnya telah ikhlas. Dan dokumen-dokumen yang diperlukan telah lengkap. Ada banyak ha yang bisa diperoleh dari upacara mengantarkan pergi haji. Kemurahan rezeki, kesehatan tubuh, jasmani dan ruhani, telah membawanya untuk siap pergi haji. Segala keterbatasan telah dilaluinya. Segala rintangan telah ditangkalnya. Dan kesiapan untuk berngkat segera terwujud. Kain ikhram, pakaian, buku-buku petunjuk, dan uang saku. Dzikir, do’a dan keikhlasan hati telah dikerjakannya. Ada kerinduan untuk menjemputnya. Haji yang mabrur.

Pergi Haji,

Selamat berhaji, semoga ibadahmu diterima di sisi Allah SWT. Ada kerinduan tersendiri, untuk mengantarnya pada perjumpaan untuknya. Kemenangan demi kemenangan telah dibuatnya. Kesucian hati dan kebersihan niat, menjadikan niai tersendiri yang tidak akan terlupakan. Pergi berhaji, menunaikan rukun islam yang kelima. Dengan niat yang tuus. Selamat berangkat. Semoga sukses selamanya.

Pergi Haji,

Kukirimkan do’a untukmu. Semoga mendatangkan barokah, keberkahan, ketulusan, kesucian niat, dan ketuusan hati. Haji yang mabrur. Dan memeroleh hikmah yang tiada henti-hentinya. Keberangkatanmu membawa perubahan emangat tersendiri dihatiku. Aku berfikir kapan giliranku!. Semoga tercapai segala niatmu. Selamat pergi haji, semoga sukses semuanya.

Posted in: Gagasan