Paradigma Internet "Sastra"

Posted on Oktober 3, 2011

0


Paradigma Internet “Sastra”,

Paradigma internet sastra; membawa bentuk yang sedang dikembangkan dalam dunia internet sastra. Sastra adalah bagian ilmu kebudayaan yang mempelajari bahasa, sastra, dan filsafat. Pada prinsipnya internet sastra akan sejajar dengan penerbitan sastra itu sendiri. Ada banyak pengetian yang bisa secara leluasa disampaikan dalam sastra, ada banyak kesempatan yang bisa dibangun untuk menuliskan tulisan kreatif sastra. Yang terpenting adalah adanya media untuk berinteraksi dengan pembaca menjadi lebih leluasa, kemampuan mengedit online, dan kemampuan membetuk jaringan pencita sastra yang lebih luas.

Paradigma Internet “Sastra”,

Internet mampu membawa penulis dan pembaca untuk berinteraksi yang intrensif, dan membentuk jaringan pencinta sastra yang lebih luas. Semakian banyak ceriita yang dibangun akan menghasilkan analisis sastra yang lebih kuat. Internet sastra, adalah internet yang secara khusus mempelajari sastra, berkarya sastra, analisi sastra, dan publikasi dunia sastra. Pada prinsipnya, ada kemauan untuk membentuk jaringan pencipta sastra. Ada banyak kolom, situs, dan jejaring sosial yang mengkhusukan diri pada interet “sastra” ini. Tidak ada yang lebih penting, kecuali kemampuan dan kemauan anda dalam memiliah dan memilih bangun sastra yang anda cintai.

Paradigma Internet “Sastra”,

Adanya kehadiran sastra di internet, dan adanya kehendak untuk menulisakan judul-judul karya sastra yang dibutuhkan oleh pembaca. Hadirnya karya sastra di internet, dan pengetahuan yang khusu dalam dunia sastra. Proses kreatif yang membtuhkan wajah untuk mengespresikan cara bertutur, menyusun karya sastra, dan kemampuan menggunakan karya sastra yang dibangun atas nama cinta. Cinta dalam sastra, dan bercinta melalui sastra. Pembaca yang anda temui adalah orang-orang yang memilki kecintaan yang sama, dan kemampuan membentuk bangun cerita yang sedang anda kerjakan. Paradigma yang mengajarkan kita pada pola pemikiran untuk melihat dan mengembangkan dunia sastra. Dalam media cetak maupun internet tentu sedikit berbeda. Yang penting paradigma untuk membentuk kecintaan dalam dunia sastra. Sastramu, sastraku. Sastra kita. Kami berkumpul untuk memperbincangkan dunia sastra, dunia imajiner berfikir ilmiah dalam bidang ilmu sastra.

Paradigma Internet “Sastra”,

Sastra mengajari kita pada perolehan dunia sastra untuk membentuk pola berfikir yang sederhana, “menulis”. Dengan menulis terciptalah sebuah karya sastra, yang secara intensif membentuk kepribadian sastra. Tulisan yang bermutu dan kemampuan analisis sastra yang matang. Komentar-komentar yang dibangun untuk membentuk cara berfikir yang luas, berkepribadian, dan memilki alur cerita yang utuh. Hadirnya karya sastra yang mampu membentuk bangun cerita yang utuh, terbentuk pula komentar-komentar pembaca yang utuh dan sinambung. Cerita yang dibangun di dunia internet memilki nilai tersendiri, dan otomatis tersebar lebih laus, tanpa banyak mencetak di dalam medium kertas.

Paradigma Internet “Sastra”,

Paradigma yang membentuk cara-cara kerja yang serius untuk menghasilkan karya sastra yang bermutu. Pemilihan judul dan referensi yang lebih luas dan kemampuan penyebaran informasio sastra yang juga lebih luas. Pada pokoknya adanya medium internet untuk menghasilkan karya sastra. Paradigma untuk proses pembelajaran melalui media internet. Selamat bekerja!

Posted in: Gagasan