Lamunan

Posted on Oktober 5, 2011

0


Lamunan,

Matahari pagi bersinar kuning keemasan, ujung langit terlihat jingga keputihan. Sebentar kemudian berpendar menjadi biru. Uadara yang sejuk dipagi itu membawaku pada lamunan. Sebelas tahun sudah pergumulan di dunia sastra, memberiku inspirasi untuk menulis. Andai segalanya berjalan lancar, barangkalai sudah kuhasilkan beragam buku yang aku tuliskan. Tetai barangkalai hanya mimpi sesaat yang sedang melamunkanku. Adsa bergama permasalahan yang terus muncul. Persoalan kehidupan. Hanya ada satu pilihan, terus melakoni kiprah didunia menulis atau berhenti sama sekali. Menulis sebenarnya aktivitas yang sehat, cerdas, dan bermutu. Ada pengalaman-pengalaman yang bisa dibagikan dengan orang lain. Pengetahuan yang membawa pada kiprah penulisan yang handal. Tulisa yang enak dibaca dan perlu untuk disampaikan.

Lamunan,

Internet telah membawaku pada kesukaan tersendiri. Ada pengalaman yang indah, lucu, gembira, dan mendatangkan pertemanan yang hampir tak terbatas. Banyak informasi yang bisa kuperoleh. Penulis mencooba untuk menuliskan artikel-artikel pendek. Ada keinginan untuk terus memproduksi tulisan untuk konsumen Indonesia. Pengalaman membuktikan adanya minat yang cukup pada bidang sastra. Ada berbagai persolaan yang kiranya perlu ditulis. Pengethuan, bimbingan, buku petunjuk, dan kerangka berfikir sastra. Pengetahuan untuk menumbuhkan minat dalam dunia sastra. Lmunanku bertambah dasyat, ketika aku mencoba membuat enskripsi nam-nama orang terkenal. Ada pengamalan tersendiri bagaimanamenemukan rahasia-rahasia dibalik nama seseorang. Andai aku telah sukses dalam menulis, kujumpai panyak manusia-manusia yang suka pada dunia sastra. Lamunan yang mengajakku bercanda, tertawa, melamun, terkejut, dan keberanian mengemukakan suatu persoalan.

Lamunan,

Hatiku damai, hidupku bahagian, dan pengetahuanku bertambah. Lamunan yang membawa pada terciptanya angan-angan yang memberikan kesempatan untuk mencipta sastra. Barangkali dengan menulis artikel-artikel dan gagasan-gagasan baru, kelak mampu menulis buku. Lamunan yang membawa pada indahnya kehidupan. Indahnya persahabatan, dan liku-liku perjuangan hidup. Perkenalana demi perkenalan membawaku pada pergaulan internet. Ada semacam keinginan yang terus menerus untuk berkembang. Lamunan yang memberikan inspirasi untuk berbuat sesuatu. Lamunan yang memberiku pengalaman-pengalaman baru. Dan lamunan yang menyadarkanku akan bertambahnya usia, dan menambah kecerdasan dalam dunia internet.

Lamunan,

Ada harapan untuk bisa menghadirkan pembaca pada keinginan untuk terus membaca, menulis, bercerita dan mengolah naskah-naskah sastra. Hadirmu membawa perubahan tersendiri dalam hidupku. Pengetahuan untuk berbagi dan pengetahuan untuk memperoleh banyak kesempatan untuk berubah. Ada halaman-halaman yang bisa mendewasakaku dalam pergaulan antar manusia. Yang penting adalah hadirnya karya sastra.

Lamunan,

Usiaku 39 tahun, tidak terasa diri ini semakin tua. Ada kesuksesan yang tertunda. Ada kemenangan yang belum datang, ada keberuntungan yang datang menjemputku. Hadirnya sastra dalam jiwaku yang mengantarku pada keinginan untuk terus menulis dan mengembangkan kemampuan, kecerdasan dan keahlian dala bidang sastra. Ada berbagai inspirasi yang terus menerus muncul telah membawaku pada lamunan menjadi sastrawan besar. Ada kerinduan tersendiri yang terus berulang. Pengetahuan, kepemimpinan, karya sastra, dan potret wajah untuk menyampaikan gagasan-gagasan sastra. Ada pengalaman yang pantas untuk dituliskan dan ada pendapat-pendapat yang pantas untuk diperhatikan. Lamunan ini membawa pada keinginan untuk melanjutkan kepemimpinan sastra. Kepemimpinan dalam dunia menulis, metode bimbingan menulis sastra, dan metode menggarap naskah cerita. Semoga bermanfaat!

Posted in: Gagasan