Mencari Bentuk Sastra

Posted on Oktober 8, 2011

0


Mencari Bentuk Sastra,

Bentuk sastra [novel, puisi, cerita]. Mencari bentuk sastra mengajak kita untuk merenung sejenak, ada persoalan tentang pennulis sastra yang semestinya kita tuntaskan, yaitu kesungguhan menjadi seorang penulis yang baik. Dunia sastra mengajak kita pada imajinasi yang jauh meneropong jauh ke depan. Persolan yang sering muncul  adalah adanya keterkaitan antara keahlian sastra dengan karya sastra yang dihasilkannya. Proses kreatifitas sastra membawa kepada penulis untuk memberikan deskripsi secukupnya tentang dunia sastra yang ia tekuni. Bentuk-bentuk sastra yang dimaksud adalah adanya program kerja yang semestinya dijalani. Pengelolaan kreatifitas dan kesungguhan melakoni dunia sastra.

Mencari Bentuk Sastra,

Wajah, rupa, dan atau bentuk sastra yang dimaksud adalah adanya keterkaitan perilaku penulis sastra dalam memilih bentuk sastra, apakah nove, puisi, ataukah cerita. Penulis hendaklah mampu membeedakan genre dari karya sastra miliknya. Keteraturan dalam mengemukakan pendapat, kesungguhan dalam memilih tokoh-tokoh cerita dan kemampuan mengadaptasi persoalan menjadi karya sastra. Dalam kehidupan sehari-hari banyak ditemukan sumber-sumber inspirasi yang pantas kita ketahui. Penulis yang baik secara rutin melakukan upgrade terhadap karya sastra yang dibuatnya.

Mencari Bentuk Sastra,

Karya sastra mengajak kita pada pengolahan klaimat-kalimat dengan cerdas dan memperoeh perhatian yang lebih untuk dikembangkan menjadi karya sastra. Penulis sastra mengajak kita pada permainan-permainan kalimat-kalimat sastra. Persoalannya adalah adakah hubungan yang serius anatar bentuk-bentuk sastra dengan kehadiran kita dalam dunia sastra. Dunia imajinasi yang penuh dengan daya nalar yang tinggi. Kita perlu mempersiapkan keberanian penulis dalam mengemukakan gagasan-gagasan dan atau ide-ide. Persoalan diterima oleh pembaca atau tidak itu urusan nanti. Komentar dari pembaca menang penting, tetapi yang lebih penting adalah bentuk sastra yang kita peroleh mampu mendorong kita unttuk lancar bekerja. Dan menghasilkan karya sastra yang memilki bobot nilai yang berharga.

Mencari Bentuk Sastra,

Novel, tentu berbeda dengan puisi, puisi tentu berbeda dengan cerita. Yang kita perlukan adalah adanya bentuk sastra yang matang dan tubuh sebagaimana adanya. Kewajaran, dan kejelasan dalam memilih bentuk sastra akan memudahlkan kita untuk memberikan deskripsi tulisan. Diperlukan lebih banyak lagi keseriusan dalam memilah dan memilih pilihan sastra. Sajian karya sastra hendaklah membawa imajinasi yang cukup kuat dan memilki alasan untuk dikembangkan menjadi karya sastra. Persoalan-persoalan yang mampu kita adapatasi, menunjukkan sikap kerjasama yang luas. Pandangan-pandangan yang memilki bobot nilai sastra, dan memilki kecukupan alasan untuk menuliskannya. Rumusan-rumusan deskripsi karya sastra yang memilki keterkaitanyang teruskur dalam pemilihan judul-judul, kalimat-kalimat, penokohan, proses kreatif, dan pembuatan kesimpulan.

Mencari Bentuk Sastra,

Bentuk untuk membuat karya sastra kita terklasifikasi dalam deskripsi yang tepat. Boleh saja menulis dengan gaya pribadi yang khas, tetapi yang terpenting sebenarnya adalah hadirnya bentuk sastra secara utuh. Karya yang mampu membawa keinginan untuk membacanya. Pemilihan judul yangsingkat namun padat isinya, uaraian-uraoian kalimat-kalimat pembuka yang kaya akan gagasan-gagasan, maupun analisa isi novel, pusi, dan cerita yang matang, dan pembuatan kesimpulan untuk memastikan adanya kepaduan judul, isi, dan pengakhiran cerita. Semoga bermanfaat!

 

Posted in: Gagasan