Shinta Jurnalis Freelance

Posted on Oktober 9, 2011

0


Shinta Jurnalis Freelance,

Terlihat kesibukan baru Shinta, sebagai seorang freelance, ia meneteng-nenteng lapotop Thosiba miliknya. Ia terlihat sibuk, setiap hari ia nongkrong, di internet freelance. Ada-ada saja permintaan untuk menuliskan dunia sastra, biro travel, analisa situs-situs internet, menulis artikel dan sebagainya. Ia berlangganan internet di rumah, dan banyak menghabiskan waktunya sebagai seorang freelance. Ia sangat menyukai fotografi, menulis artikel, menulis sastra, dan membuat analisa internet. Rasanya sudah ratusan artikel dibuatnya. Setiap hari ia mengerjakan pekerjaan ini dengan tekun. Rumahnya yang cukup besar dibuatkan perpustakaan pribadi. Shinta banyak mengelola e-file dan membuat kliping elektronik darai hobi-hobi miliknya. Pekerjaanya yang baru ini sangat mengasyikkan katanya. Ia selalu berfikir ulang untuk menerbitkan artiikel, dan pokok-pokok pikirannya. Setiap hari ia bekerja di “kantor rumah” miliknya. Ada kenikmatan tersendiri. Pikirannya cerdas, referensi miliknya cukup banyak, dan pekerjaan yang menyita segala pikirannya untuk berbuat sesuatu yang  layak untuk semua kliennya. Shinta selalu bekerja cerdas dan cekatan. Dibuatnya banyak artikel dan analisia internet. Bekerja sambilan yang mendatangkan banyak uang.

Shinta Jurnalis Freelance,

Kebutuhannya untuk mengatualisasikan dirinya telah mendorong untuk berbuat sesuatu. Banyak hal yang bisa ia kerjakan. Pengetahuannya yang cerdas, pikirannya yang akurat, analisanya yang tajam, membuat kliennya puas akan pekerjaan Shinta. Shinta selalu menunjukkan sikap kerjasama yang cukup kuat. Analisanya tajam, dan sesekali membuat bait-bait puisi. Ia sedang berfikir untuk mengembangkan gagasan-gagasannya menjadi laku untuk dijual. Pemikiran-pemikirannya dilontarkanbegitu saja. Sudah beberapa ratus lembar dibuatkannya  situs internet. Ia berfikir sebaiknya menekuni dunia freelance itu. Pekerjaan baru yang sudah di-lakoni hampir satu tahun terkahir ini. Pemikirannya yang tajam membuat analisa yang dikerjakannya memiliki bobot nilai yang luar biasa. Ada-ada saja sambutan dari pembacanya. Ia mengkhusukan diri pada analisa internet, marketing, dan menggali gagasan-gagasan pribadi.

Shinta Jurnalis Freelance,

Pekerjaan ini membuat Shinta percaya diri akan kekuatan yang dimilikinya. Pekerjaan yang diperolehnya dengan cara melakukan banyak analisa internet. Ia membuat situ-situs internet, dan meninggalkan jejak-jejak penulisan yang cukup penting. Beberapa kali ia membuat foto-foto klinennya ditayangkan dihalaman-halaman situs internet. Shinta bekerja sangat cepat dan cerdas. Dicarinya sumber-sumber berita yang sangat akurat untuk menyusun pekerjaan sebagai seorang freelance. Shinta juga bersedia menulis novel, puisi, cerita dan sebagainya. Pokoknya mampu membuat analisa yang sanggup untuk memberikan kepuasan pembacanya, kliennya, dan media tempat ia meng-upload naskah-naskah dan foto-foto. Pekerjaan yang diperoleh dari browsing di internet.

Shinta Jurnalis Freelance,

Tubuhnya yang tinggi semampai, kulitnya yang putih, dan wajahnya yang ayu, semakin memperlihatkan kesungguhannya menekuni dunia freelance. Shinta selalu berfikir apa adanya. Banyak sudah laporan-laporan jurnalistik yang ia upload, di internet. Pekerjaan yang ia rasakan sangat mudah. Dan yang penting mampu mendatangkan uang baginya. Analisa-analisa jurnalistik yang mampu memberikan warna tersendiri. Ia sedang berfikir untuk menekuni dan mengerjakan pekerjaan ini dengan sungguh-sungguh. Pekerjaan yang membawanya pada penelusuran berbagai informasi penting di wilayah kerjanya. Pekerjaan yang menantang untuk dikerjakannya. Perburuan berita, headline, storybroad, dan sebaginya. Yang penting adanya minat yang cukup intensif dalam pekerjannya.

Shinta junalis Freelance,

Pekerjaan yang membuatnya tunduk pada aturan-aturan pers dan mengerjakan pada halaman-halaman situs dengan sangat akurat. Foto-foto jurnalistik yang dibuatnya menantang media untuk menerbitkannya. Pengetahuannya yang cerdas membuat semakin yakin pada dunia freelanmce ini. Shinta berfikiran untuk tetap menekuni dunia frelance ini sampai akhir hayatnya. Shinta merasa cukup cerdik untukmenangkap setiap momentum untuk berkarya. Kamera digital miliknya selalu menyala dan memotret hal-hal penting dari perjalanan yang ia buat. Shinta berfikir sederhana, “Made Jurnalitic in Everydays”.

Posted in: Gagasan