Tembang Cinta

Posted on Oktober 10, 2011

0


Tembang Cinta,

Hatiku merasa damai, ketika cinta itu hadir. Hatiku terasa indah, ketika cinta itu datang menjemputku. Hatiku tentram, ketika cinta itu tumbuh bersemi. Hatiku berbahagia, ketika cinta itu membawaku pada alam mimpi kehidupan. Hatiku merasa bahagia, ketika cinta itu diterima apa adanya.

Tembang Cinta,

Tearas ada yang ringan untuk disampaikan, “cinta”. Ada tembang yang terus mengalun, “Beautiful Girls”. Tembang kenangan ketika hati ini sedang tertambat pada wanita. Aku mengenal betul siapa dirimu. Wanita mulia yang sebaya denganku. Hadir menemani kehidupanku. Ia datang sekonyonmg-konyong. Internet yang menyala hampir sebelas tahun ini, masih memungkinkanku untuk menyapamu. Tembang tentang “cinta”. Kampusa tempat menimba ilmu telkah membuat aku mearsa berani untuk bertanya, “engkaukah cintaku”. Sambutan yang hangat, percakapan yang lancar, pribadi yang utuh, dan persaam hopbi dan kegiatan. Ini kah tembang cinta, ketika hati ini sedang lara. Ada hal yang aku cari-cari dari bilik-bilik internet. “Pacar?”

Tembang Cinta,

Sengaja aku sisihkan ruang tersendiri untukmu, untuk menuliskan beberapa bait syair-syair yang indah untuk dikenang. Pencarian jati diri, dan kemampaun untuk bertukar pemikiran. Ryuang kreasi sastra membuat pergaulan ini menjadi memiliki kekuatan untuk mempertanyakan kembali, keabsahan “cinta” ini. Engkaukah yang kucari? Pengetahuan, kesemdiriam. dan pengelolaan kebersamaan yang mendorong untuk berbuat sesuatu secara lebih dekat. Pengetahuan untuk membentuk jiwa yang utuh dan mandiri.

Tembang Cinta,

Cintamu, cintaku, cinta kita. Selepas dari sarjana, aku masih bekerjha seadanya. Aku berfikir untuk melupakanmu saja. Tetapi hati ini kadang masih bertanya. Apa yang kurang dariku? Penglaman, pengetahuan, dan kesempatan bekerja yang terbuka lebar-lebar.

Tembang Cinta,

Adamu dan adaku menjadi saksi, jika kita masih sempat menikmati indahnya cinta pertama. Cinta yang mendorong kita untuk berkasih sayang dan mengenal kepribadian kita. Pergaulan uyntuk membentuk keberanian bertanya, inikah “Cinta”?.

Posted in: Gagasan