Hanya Sanggup Kuberjanji

Posted on Oktober 14, 2011

0


Hanya Sanggup Kuberjanji,

Kudapati lembar-lembar cinta yang pernah kau buat. Ada album foto yang masih kau simpan. Rak-rak komputer dan surat-surat pribadi. Ada kumpulan-kumpulan surat-surat dan pernak-pernik yang kau koleksi. Ada perasaan cinta yang pernah kita bangun, Ada kenangan indah yang pernah tertorehkan dalam perjalanan hidup kita. Ada sejumlah memoar yang pernah dibuat. Ada kaset-kaset tembang yang pernah disusun rapi. Ada buku-buku cinta yang kau tuliskan dengan tanganmu. Ada puisi-puisi cinta yang kau susun menurut tangal ketika diukirim. Kini hilang entah kemana?

Hanya Sanggup Kuberjanji,

Tidak ada yang istimewa selain kenagan indah ketika berjhjalan bersama menghabiskan waktu-waktu dengan bernyanyi, internet, baca buku, main gitar, dan menuliskan banyak hal tentang angan-angan kita. Ada perasaan yang hilang emtah kemana? Semua hilang tak pernah kembali. Yang kudapati adalah tumpukan informasi yang ada dikepalaku. Ingin rasanya aku menuliskannya ulang sebagai kenangan yang indah yang pernah kita rasakan. Ada keinmginan untuk berbagi dengan teman-teman yang lainnya. Aku berjuang untuk mendapatkamu kembali, namun tidak berhasil. Kau sudah pergi jauh, entah kemana. Biarlah kisah cinta ini abadi dan dibaca orang lain.

Hanya Sanggup Kuberjanji,

Janjiku hanya searah. Dan hanya mampu kuberjanji, untuk mencari penganti atas cinta yang lari pergi jauh. Kau dahulu datang dengan perasaan yang sangat cinta dan sungguh memberikan kasih sayang. Namun semua serba terlambat, dan kau pergi tak pernah kembali. Kisah cinta di ruang-0ruang internet yang membawa banyak pertemanan. Pertemanan yang menjadikan kita mengerti akan banyak hal. Terutama tentang cintaku dan cintamu. Aku sudah ikhlaskan kau pergi. Aku hanya berharap datangnya bidadri baru di hatiku. Aku sedang berusaha untuk mencarinya, berbagai usaha telkah kutempuh, semoga tidak menunggu terlalu lama berjalan seorang diri.

Hanya Sanggup Kuberjanji,

Ku hanya sanggup berjanji, dan mengutarakan maksudkju, untuk mencari pengganti atas hilangnya dirimu dalam rimba internet yang luas. Kau pergi tidak pernah berpamitan. Selepas selesai sarjana, tidak ada kabar darimu. Dan kau lenyap selamanya.

Hanya Sanggup Kuberjanji,

Kyuberjanji untuk lebih baik lagi, dan berusaha untuk menjadi suri tauladan bagi hidupku. Aku banyak hal yang bisa aku kerjakan. Saat ini hanya menulis, dan menulis. Aku tuliskan sajak-sajak dan puisi-puisi, atau barangkali cerita dan novel, tempat-tempat yang indah yang pernah tercipta. Hadirmu dahulu sungguh membuatku betah tinggal bersamamu. Andai kau saat itu aku dengan pasti melamarmu, temtu persoalannya lain. Kini semua sudah datang terla,mbat, dan tidak diketahui nasibnya. Yang pasti aku ingin mencari penggantimu, agar datang menemani hidupku.

Posted in: Gagasan