Belajar dari Cinta

Posted on Oktober 17, 2011

0


Belajar dari Cinta,

Barangkali aku mempelajhari cinta. Cinta yang pernah kumiliki. Aku hanya terbengong-engong ketika segalanya telah hilang. Ada kerinduan memang. Tetapi segalanya telah berakhir. Kebahagiaan, kesedihan, frustasi, dan cenderung bersikap apatis, apa adanya. Cinta yang pernah ada hanya mainan anak-anak SMA, yang sedang dimabuk cinta. Pengalaman untuk membina cinta dan kasih sayng, begitu dangkal. Tak ada sebab musabab yang menjadikan alasan untuk bercinta. Memainkan segala emosi jiwa, dan pikiran sehatku, untuk berterus terang bahwa aku membutuhkanmu. Ada banyak harapan yang bisa dibangun, tetapi sudah terlambat. Ada hal-hal yang tidak boleh kita kerjakan begitu saja. Cinta pergi tak pernah kembali.

Belajar dari Cinta,

Aku seakan mempelajarinya. Bermain-main dengan cinta, dan tergoda untuk menentukan peran manakah yang kita ikuti. Ada kehendak untuk berlama-lama dan menyukai untuk melihat misteri cinta yang  datang dan kemudian pergi tidak pernah kembali ini. Ada godaan untuk melihatnya ulang, namun sayang kini hanya bayanganmu saja yang hadir dalam mimpiku. Tetapi yang unik aku masih sempat bicara belajar inta darimu. Ada kenangan indah yang selalu kuingat selalu. Dan memberiku semangat untuk melihat kembali jalan untuk pulang.

Belajar dari Cinta,

Apa pun yang ada, hanya belajar yang sanggup aku tempuh. Jalan itu begitu panjang dan lelah menempuhnya. Dahulu kesenangan, kesukaan, rasa gembira, harapan dan kenyataan kehidupan, dan segala mimpi-mimpi indah tentang cinta. Cinta hadir sebagai pengobat hati yang telah patah kemudinya. Hanya mampu belajar dan merenungkan kembali apa yang semestinya aku pelajari.

Belajar dari Cinta,

Aku sungguh beruntung, jika kusangupi saja waktu itu, segala apa yang kau minta. Aku menyesal atas sikap kita yang saling keras, untuk empertahankan ego kita masing-masing. Aku hanya teringat bahwa cinta adalah segalanya dalam keidupan manusia ini. Ada hal-hal yang panttas untuk dikenang dan dibanggakan. Tetapi segalanya telah tiada, dan kucari pengganti dirimu yang hilang itu. Cinta yang pergi hanya hambar rasanya. frustasi dan enggan bertutur sapa. Entahlah.

Belajar dari Cinta,

Kuambil berkas-berkas yang pernah kutuliskan. Kueja ulang, dan kuketikan di mesin komputer. Aku uplod file-file itu dalam blogger dan kemudian jadilah cerita ini. Cerita cinta dalam beberapa kepentingan yang pernah kita alami. Kisah cinta yang berakhir tragis. Perpisahan.

Posted in: Gagasan