Jalan untuk Pulang

Posted on Oktober 17, 2011

0


Jalan untuk Pulang,

Mungkin aku orang yang berbahagia ketika aku berganti profesi menjadi seorang penulis. Ada hal-hal yang baru yang menantang untuk dilihat dan dituliskan. Penglihatanku membawa aku pada gambaran baru tentang dunia menulis. Aku ingin pulang, dan menghibur diriku dengan menulis. Ada hal-hal yang indah dalam kehidupanku. Aku selalu berharap dapat kiranya jika mampu menuliskan tentang segala hal yang menarik perhatianku. Aku memulainya dengan surat-surat cinta dan surat-surat pribadi. Aku mengekplorasi perasaanku untuk aku tungkan dalam tulisan pagi dan siang hari. Aku ingin pulang, dan kembali menjadi seorang penulis saja. Ada banyak hal yang sangup memberiku inspirasi untuk menulis. Aku berharap mendapatkan rezeki dari menulis. Dan yang terpenting adanya kesinambungan dengan ilmu-ilmu di fakultas Sastra yang aku pelajari sewaktu kuliah dahulu.

Jalan untuk Pulang,

Aku lupa, bahwa aku mampu mengerjakan untuk menulis, menulis dan menulis. Ada banyak gagasan-gagasan baru yang sanggup aku pilah dan pilih. Aku termenung sejenak untuk meyakinkan diri bahwa aku sanggup memecahkan rintangan untuk belajar menjadi seorang penulis yang hebat. Aku mempelajarinya, rupanya menulis itu mudah, dan tidak seperti bayangan ketikamasih awal-awal kuliah dahulu. Hanya dengan teori sederhana yang sempat mengendap dalam pikiranku. Aku ingin pulang, dan menjadi seorang penulis yang dapat diandalkan.

Jalan untuk Pulang,

Tuhan berilah aku jalan pulang, untuk mampu membuktikan bahwa menulis itu mampu memberiku pintu-pintu rezeki. Ada hal-hal penting yang barangkali bisa dipecahkan dengan jalan menulis. Ada persoalan-persoalan baru untuk dibina kembali. Aku rindu dengan gagasan-gagasan baru tentang, menulis “cinta”. Ada keinginan untuk mengabadikan rasa cinta itu, dan membuat artefak menulis sebagai kenangan yang pernah terlintas. Hanya dengan jalan inilah kutempuhi kembali rasa cinta yang pernah hilang itu.

Jalan untuk Pulang,

Kembalilah kepada profesi untuk menulis. Dan membentuk jaringan usaha untuk mampu mengkat tugas untuk menuls. Pekerjaan yang kiranya perlu untuk kita lihat kembali. Ada jarak ruang dan waktu yang begitu panjang untuk melaluinya. Tetapi jalan singkatnya adalah belajar menulis. Tuliskan apa pun saja yang menarik perhatianmu. Kenangkanlah kembali segala jalan pulang yang panjang ini.

Jalan untuk Pulang,

Kuucapkan banyak terima kasih kepada siapa pun yang telah membimbingku untuk menjadi seorang penulis yang mampu diandalkan. Ada sejumlah pengalaman yang pantas untuk dituliskan. Tentang “cinta dan kasih sayang”, tentang “sastra”, dan tentang “hidup dan kehidupan”. Semuanya terangkum dalam kolom sastra, http://sujatmika-sastra.blogspot.com/. Sekiranya aku pulang akan kubawakan kau berbagai tulisan yang menarik perhatianmu. Ada oleh-oleh yang pantas untuk disambut, “Menanti Jalan Pulang”.

Posted in: Gagasan