Bangunkan Aku dari Mimpi

Posted on Oktober 19, 2011

0


Bangunkan Aku dari Mimpi,

Suasana pesantren telah membuatku betah untuk belajar ilmu-ilmu Al-Qur’an dan Hadits. Aku terbiasa bangun pagi dan mengambil air wudlu. Aku melihat hal-hal yang baru dalam diriku. Setelah sembuh, diriku semakin yakin bahwa dikemudian hari yang harus aku pelajari adalah membaca, menulis, dan mempelajari Al-Qur’an. Ada keberkahan tersendiri yang sanggup aku pelajari dari diriku. Ustadz Ahmad Masrur yang membimbingku telah memberikan bekal secukupnya. Aku merasakan bahwa hidup dan kehidupan ini pantaslah untuk ditata kembali. Ada hal-hal yang aku renungi sewaktu belajar di pesantren. Rasanya ingin menuliskan banyak hal tentang hidupku. Menulis yang sungguh-sungguh dan membuahkan hasil dari rezeki yang aku terima. Pesantren telah membawa kebiasaan yang baik untuk belajar mengaji, tilawah Al-Qur’an, dan mempelajari tafisr dan hadits nabi Muhammad SAW.

Bangunkan Aku dari Mimpi,

Rasanya hidupku bagi mimpi, sampai terlupa beberepa tahun waktu yang hilang dari dariku. Aku tidak ingat lagi berapa tahun aku hanya menganggur dan membaca Al-Qur’an. Aku sedang belajar dan membersihkan diri dari rasa frustasi dan sakit di sekujur tubuhku. Aku sedang melihat kemungkinan-kemungkinan yang bisa aku terima. Aku ingin melihat hal-hal yang baru untuk menatap masa depan yang lebih baik. Aku mengambil peran untuk sesegera mungkin belajar untuk menulis. Yang aku pikirkan aku sanggup untuk menulis novel, puisi dan cerita. Atau barangkali menulis buku yang sulit pun akan aku tempuh.

Bangunkan Aku dari Mimpi,

Aku sempat beberapa kali bermimpi melihat syurga. Hal-hal yang membuatku bersyukur pada Tuhan. Aku melihat bayangan syurga yang banyak versinya. Hari yang lain aku bermimpi disembelih nabi Muhaamd, atau mungkin oleh Allah SWT sendiri. Di lain hari aku bermimpi melihat tentara-tenntara hijau yang sedang dibangkitkan kehidupannya. Aku juga bermimpi melihat kuda-kuda perang yang jumlahnya sangat banyak sekali. Aku sering bermimpi, dan hanya teringat kalau yang kualami adalah mimpi. Aku berharap ada hikmah yang mampu aku pelajari. Saat ini aku belajr menulis, menulis, dan menulis.

Bangunkan Aku dari Mimpi,

Aku berharap dapat kiranya mempelajari mimpi-mimpi dan melihat kenyataan kehidupan dari relung waktu yang berbeda. Dan melihat kenyataan hidup yang harus dijalani dengan benar. Aku ingin melihat kehidupanku tumbuh wajar dan mampu melihat segala yang aku kerjakan dengan amalan yang benar. Tuhan, berilah aku kesempatan untuk menatap masa depan dengan prasangka yang baik. Dan baikkanlah kehidupanku di dunia ini dan di syurga kelak. “Bangunkan Aku dari Mimpi”, rasanya aku harus mengakui bahwa yang aku kerjakan adalah pergaulan antar umat manusia yang menuntut untuk melihat hal-hal yang pantas untuk dilihat. Ada hal-hal yang sekiranya baik untuk mendatangkan kebaikan Tuhan. Tida Tuhan kecuali mampu memberikan ijabah doa yang kami minta.

Bangunkan Aku dari Mimpi,

Hari ini sudah siang. Aku sudah sehat kembali. Kurenungi kehidupanku yang serba berubah. Dan melihat file-file kehidupan yang terus berubah. Aku ingin mengubah kehidupanku kearah kebaikan. Dan mampu mengarunginya dengan baik dan benar. Sekarang atau nanti aku berharap segalanya berjalan dengan wajar dan memperoleh kebaikan Tuhan. Dan hidup serba berkecukupan. Aku ingin panjatkan doa, untuk kebaikanku. Aku selalu memohon pada Tuhan tentang kebaikan kehidupan ini. Hari-hariku penuh dengan berkah dan bermimpi kehidupan yang sesungguhnya. Untuk melihat keajaiban dalam Tuhan. Amien. Amien Ya Rabbal ‘Alamin

Posted in: Gagasan