Surat untuk Presiden

Posted on Oktober 23, 2011

0


Surat untuk Presiden
Oleh Sujatmika

Presiden,

Rakyat telah menyanjungmu, memilih untuk berharap kesungguhanmu, menapakai jalan pemerintahan. Mereka menantimu. Untuk sebuah janji yang kau buat. Apalah artinya semua ini jika kau tak bersungguh-sungguh membawa rakyat pada kesejahteraan hidup, perubahan kehidupan, penataan negeri yang damai, aman dan sentausa.

Presiden,

Intinya dipundakmulah panji-panji kemenangan dipikulkan. Janjimu adalah wasiat. Hakikatmu adalah memerintah. Ini kesungguhan menuju dunia yang damai. Kami adalah hakikat perubahan kehidupan, yang tentram dan damai. Rakyat Indonesia.

Presiden,

Mengapa engkau ragu. Rakyat mencintaimu, menanti untuk dipimpin, dikelola, dan berjuang untuk perubahan yang hakiki. Untuk kemenangan terukir indah dihati rakyat. Politik, ekonomi, sosial, budaya, teknologi, demokrasi menghias lembar koran. Pimpinlah negerimu, niscaya engkau diikuti. Usaplah peluh rakyatmu, niscaya engkau dihormati. Sanjunglah negerimu, niscaya engkau dipercaya.

Presiden,

Kehidupan dunia yang yang dinamik, berubah, bergelora, berdamai, dan meindung segenap elemen kehidupan berbangsa ini. Engkaulah pusat kepemimpinan. Rakyat meyanjungmu, untuk membangun negeri.

Presiden,

Adalah indah memimpin negeri menuju cita-cita kebangsaan yanag damai, sejahtera, berdaulat, merdeka. Kepadamulah bermuara cita-cita itu. Andai kau mengerti.

Presiden,

Dengan dasar pemerntahan yang syah, telah kau rangkul beratus negeri, bangsa dan benua. Produk rakyat kau pilihsebagai mata petunjuk negeri. Hanya harapan agar semua cita-cita bangsa lekas terwujud.

Presiden,

Neeri yang maju, dinamis, berdaulat, adil dan makmur tumbuh besar dalam pergaulan dunia. Kau tahu itu.

Presiden,

Inilah wujud cinta rakyatmu. Yang menunggu untuk ikut andil dari pesta demokrasi kerakyatan. Padamulah dikenal dan disegani bangsa lain. Engkaulah pusat pemerintahan yang adil dan berhikmat. Nasehat yang cerdas untuk memberi wujud kesungguhan bekerja untuk bangsa.

Presiden,

Yang dibutuhkan rakyat adalah kemajuan, perubahan kehidupan, negeri yang aman, dan pemerintahan yang bersih, berwibawa. Apalah artinya hadirmu, jika tak ada perubahan, perbaikan, kemajuan, dan keadilan.

Presiden,

Presiden Ir. Soekarno, Presiden HM. Soeharto, Presiden BJ. Habibie, Presiden Abdul Rahman Wahid, Presiden Megawati Sukarno Putri, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Apa artinya semua ini. Kecerdasan, kemuliaan, kepemimpinan, dan perubahan kepemimpinanmu.

Presiden,

Rakyatmulah yang memberi mandat. Kau terpilih. Wujudkan segera Indonesia sejahtera. Rakyatmulah yang memilih untuk dirimu. Kau manusia pilihan dari ratusan juta rakyat Indonesia. Kaulah yang terbaik dari demontrasi-demontrasi menuju perubahan politik.

Presiden,

Adalah hak rakyat untuk menyaksikan perubahan kehidupan ini, agar sejajar dengan bangsa lain. Makmkur, sejahtera, maju, dan berbeda dengan bangsa-bangsa lain.

Presiden,

Pendidikan, politik, sosial, ekonomi, keagamaan, teknologi, kebudayaan. Semua diancang dibangun untuk negeri Indonesia. Hanya melalaui jalan inilah perubahan ini berlangsuang.

Presiden,

Negeriku Indonesia yang makmur, sejahtera, berdaulat, berkebangsaan, beradab, dan beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa. Engkaluah pusat pemerintahan dunia.

Presiden,

Negeri ini negeri Indonesia. Negeri makmur, “Gemah Ripah Loh Jinawi”, “Baldatun Thoyibatun Wa Rabbun Ghafur”. Cincingkan lenganmu, peganglah Amanat Rakyat, Jangan Kau Khianati.

Presiden,

Perubahan taraf hidup rakyat, perubahan ekonomi, sosial, budaya, teknologi, mata pencaharian, dan taraf pendapatan ekonomi rakyat. Bangunkan negerimu. Bangunkan bangsamu. Untuk kesejahteraan rakyat.

Presiden

Jawa, Sumatara, Kalimantan, Sulawesi, Irian Jaya adalah fakta Indonesia yang berbineka. Pegangteguhlah falsafah pancasila, dan undang-undang dasar 1945 dan perubahannya. Membangun, mengeola, memimpin, mrngatur hak amanat rakyat.

Presiden,

Renungkan arti dari adanya teknologi komunikasi, koran, majalah, buku, televisi, radio, internet, universitas, lapangan kerja. Apa yang berubah dari semua ini.

Presiden,

Apa yang beda dengan pemerintahan “Ir. Soekarno, HM. Soeharto, BJ. Habibie, Abdul Rahman Wahid, Megawati Sukarno Putri, Dr. Susilo Bambang Yudhoyono ?” Politik, Sosial, budaya, teknologi, kehidupan beragama, dan pembangunan.

Presiden,

Bergaul dengan bangsa-bangsa lain yang lebih maju, Amerika, China, Inggris, Jepang, Jerman, India, Arab dan lain-lain membutuhkan kesungguhan. Honda, Suzuki, Yamaha made in Jepang. Microsoft made in Amerika, Batik made in Indonesia.

Kebudayaan yang maju, komunikasi yang memadai, universitas yang unggul teknologi yang canggih, politik yang berkedaulatan, budaya yang beradab.

Presiden,

Apa yang dikehendaki rakyat adalah perubahan; maju, makmur, sejahtera, pemerintahan yang sungguh-sunguh mengurus rakyatnya. Semua itu adalah fakta rakyat memilih.

Bangsa yang rukun, damai, sejahtera, beradab, berkepribadian bangsa, kehidupan yang layak, kemajuan universitas, komunikasi, prasarana umum, keberagamaan, kehidupan yang maju.

Rakyat membangun, memimpin negeri, bekerja dan berkarya. Pemerintahan yang berkesungguhan membangun negeri Indonesia. Perumahan, Transmigrasi, Politik, Demokrasi, Kesehatan, Pendidikan, Lapangan Kerja, dan Kebudayaan.

Presiden

Izinkan kami untuk menyampaikan surat untuk presiden ini, agar kiranya kau mengerti. Kelayakan untuk membangun negeri demokrasi, presiden, wakil presiden, mentri-mentri memahami arti kehendak rakyat. Membangun untuk Indonesia. Kepadamulah bermuara hati rakyat terbentuk untuk berbagi indahnya kehidupan berbangsa.

Presiden,

Bangunkan negerimu…!
Bangunkan bangsamu..!

Raihlah tongkat kepemimpinan…!
Berikan hak rakyat untuk memilih.
Bulatkan tekat untuk membangun, negeri Indonesia, lahir batin.
Rayakan kemenangan.

Presiden,

Demokrasi, estafeta kepemimpinan, tauladan kehidupan, kebanggan berbangsa Indonesia.

Petani, pegawai negeri, politisi, budayawan, teknolog, rohaniawan, militer, DPR/MPR, wartawan, dan lain-lain.

Negeriku Indonesia, hanyalah orang-orang terpilih kiranya diwariskan. Pendidikan, kebudayaan, agama, teknolog, seniman, dan petani. Kami adalah pewaris negeri ini, negeri Indonesia.

Padamu jualah wajah rakyat Indonesia bisa terlihat rukun, damai, sejahtera, aman, bahagia lahir dan batin.

Presiden,

Apa yang kau bangun untuk Indonesia? Negeri yang indah, kaya sumberdaya alam, bangsa yang berbineka tunggal ika dan beradab. Rakyat yang banyak, teknologi pertanian, industri, universitas. Apapun yang dikehendaki tersedia di Indonesia.

Jadi apa artinya membangun negeri jika tak sungguh-sungguh mrmupuk persaudaraan, berkepribadian dalam berbangsa dan bernegara. Perubahan teknologi informasi telah melahirkan generasi yang melek teknologi informasi, menikmati siaran televisi, dan lulusan universitas yang berpendidikan.

Presiden,

Izinkan kami untuk bertanya, apakah hadirmu membawa perubahan bagi warga negara untuk perbaikan kehidupan?

Pertumbuhan media televisi, akses internet, oplah koran, siaran radio, tayangan film, telepon dan seluler, komunikasi satelit, sangat pesat, apa yang akan dilakukan oleh presiden?

Kebutuhan dasar manusia,sandang, pangan, perumahan, lapangan kerja dan kesejahteraan rakyat bagaimana mengelolanya.

Isu-isu dunia, pemanasan global,k demokrasi. Apa yang dipikirkan presiden.

Presiden,

Renungkanlah kembali sejarah perjalanan negeri Indonesia, Ir Soekarno, Proklamator, HM. Soeharto, Pembangunan,  BJ. Habibie, Transisi. Abdul Rahman Wahid, Reformasi, Megawati Sukarno Putri, Reformasi. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono, Demokrasi. Inilah fakta-fakta negeriku, ketika 1998 tumbangnya pemerintahan orde baru.

Perubahan struktur masyarakat dari pertanian menjadi masyarakat industri telah melahirkan konsep bersyukur yang berbeda, Apa yang dikehendaki kedepan.

14/11/2011

Presiden,

Pergerakan reformasi total Indonesia 1998 adalah babak baru untuk belajar berdemokrasi, pergantian orde pemerintahan. Dan kemudian diselengarakan pemilu. Pemilihan presiden secara langusung oleh rakyat.

Perubahan di dunia internasional telah membawa pergerakan demokrasi. Rakyat memilih. Negara yang diselenggarakan memberi warna arah perubahan yang dikehendaki. Rakyat yang berdaulat. Dan kau terpilih jadi presiden.

Negara maju ikut memberi andil yang besar terhadap perubahan UUD 1945, yang dirancang oleh DPR/MPR.

Presiden,

Adalah maklum apabila pemerintah mengambil contoh negara-negara maju di dalam belajar berdemokrasi. Asia, India, Eropa, Amerika, Jepang, Jerman, dan Inggris.

Selagi masih banyak kesempatan, pemikiran apalagi yang mesti dicari jawaban dari pertarungan kehidupan rakyat Indonesia. Yang Anda tanyakan adalah jawaban dari pernyataan keinginan untuk berubah menjadi negara maju, yang berdaulat, berdemokrasi, berteknologi maju, dan berbudaya yang beradab.

Hanya bekerja keras, teliti, bergerak menuju lorong abad teknologi informasi yang mendunia, maju, demokratis, menelusuri kebudayaan yang adiluhung.

Presiden,

Dunia komunikasi, satelit, televisi, radio, koran, buku, majalah, internet, universitas dan komunikasi suku-suku bangsa, ras, memberi andil yang besar pada perubahan cara berpikir bangsa, terlibat membangun peradaban yang serba tahu. Pemerintahan yang terbuka, yang mengusung asas demokrasi, dan berbagi. Informasi bergumul dengan diusungnya keterbukaan sistem informasi global yang berasas pancasila. Komunikasi oleh komunikasi. Apa yang dicari oleh dunia langsuang diperoleh. Adanya televisi, radio, koran, internet, akses universitas yang unggul, pendidikan politik, ekonomi sosial, budaya dan perubahan orientasi kehidupan menuju masyarakat industri yang maju.

Presiden,

Dengan surat terbuka ini, kami sampaikan kilas balik kehdupan rakayat Indonesia yang sungguh-sungguh, yakin, pada pilihan berdemokrasi, dan berbangsa menjunjung amanat rakyat, adil dan beradab.

Pendapat rakyat, nasehat ulama, demokrasi politisi, sanjungan budayawan, korps pegawai negeri yang handal, universitas yang kuat, dan produk kebudayaan telekomunikasi dan industri Indonesia.Jayalah Indonesiaku.

Presiden,

Petani, nelayan, guru, militer, politisi, budayawan, pegawai negeri, karyawan swasta dan desa-desa dan kota-kota yang dibangun atas kehendak rakyatIndonesia. Pendapatan yang banyak rakyat Indonesia, terus maju.

Presiden,

Proklamator, Ir. Soekarno
Pembanguan, HM. Soeharto
Transisi, BJ. Habibie
Reformasi, Abdul Laman Wahid
Reformasi, Megawati Sukarno Putri
Demokrasi, Dr. Susilo Bambang Yudhoyono.

Apapun dilakukan presiden demi kemajuan berbangsa dan bernegera, Hiduplah Indonesiaku, jayalah negeriku, bahagialah rakyatku.

Inilah kehendak rakyat, merdeka, membangun, transisi, reformasi, kerakyatan, dan demokrasi.

Tiada keberhasilan kecuali percaya pada amanat kehendak rakyat. Pemilah panggilan rakyat. Hidup dinamis dalam UUD 1945 dan Pancasila.

Yogyakarta,

15/11/2011

Sujatmika, SS

Posted in: Puisi