Air Mata dan Kerinduan

Posted on Oktober 25, 2011

0


Air Mata dan Kerinduan,

Tampaknya kau ragu dengan semua yang kumiliki. Kau sangat berharap dapat kiranya menjadi hidup yang bermutu. Kau begitu ragu dengan langkah-langkah yang sedang kau tempuh. Kau hadir tanpa memberikan apa pun jua. Yang kau miliki adalah pengetahuan, kecerdasan, dan kepiawaian dalam menulis, musik, dan olah raga. Apa yang pantas untuk aku sampaikan, ketika segalanya berjalan dengan lancar. Adakah hal-hal istimewa yang pantas kita menyambutnya. Dan mengucapkan kata-kata yang indah untuk kita kenang kembali. Adakh jalan untuk pulang?

Air Mata dan Kerinduan,

Kau begitu yakin dengan segala usaha yang telah kau tempuh. inikah jalan yang kau maksudkan? Jalan pulang, tempat yang cukup jauh untuk mengulang langkah-langkah kita. Inikah cinta yang kau bawa serta dan menghadirkan barang bukti perkara, berupa cinta. Air mata dan kerinduan, yang membuatku teringat akan berbagai pengalaman kita sewaktu kuliah. Ada detik-detik indah untuk menyaksikan semua yang kita miliki itu. Cintalah yang telah mengajarkan kita kasih sayang dan arti kehidupan ini. Inilah cinta yang kumaksudkan mau saling berbagi dan mengerti satu dengan hal lain di sekitar kita.Kita pantas untuk bermain cinta?

Air Mata dan Kerinduan,

Hadir yang sesungguhnya hadir. Dan memberikan semua yang telah kau miliki. Kau datang untuk berbagi dengan kita. Dan pantang untuk mengambilnya kembali. Ada sopan santun yang telah keu mengerti tentang cinta, air mata, dan kerinduan. Semuanya membawa kita pada alam mimpi para pendahulu kita dalam bercinta. Inilah adanya, kau suka dan bercinta denganku.
Air Mata dan Kerinduan,

Kau kubawakan aku cinta. Yang darinya kita mmapu berlindung dan mengembangkan berbagai persoalan secara sederhana. Yang kita lakukan adalah mengolah rasa cinta, dan mengembangkannya menjadi mata dagangan untuk menulisnya sebuah buku yang indah. Inikah cinta yang kau maksudkan untuk memberikan pujian bahwa aku sanggup emnulis, termasuk menulis “cinta”.

Air Mata dan Kerinduan,

Hanya air mata. Yang kau selalu tunjukkan padaku. Air mata cinta, dan kerinduan untuk bertemu dan berjuang untuk menggapai kehidupan ini. inilah cinta yang kau cari. Rindu, kangen, dan betah berjalm-jam untuk saling bertelepon, menulis surat, puisi, atau cerita. Kau buat segalanya indah dalam pandangan mata batin kita. Semuanya terlihat elok dan menawan hati.

Posted in: Komunikasi