Cinta di Ujung Pena

Posted on Oktober 27, 2011

0


Cinta di Ujung Pena,

Kucoba untuk mengambil berkas-berkas surat cinta itu. Ada puisi-puisi yang pernah aku tulis. Ada satu harap dapat kiranya meringankan rasakangenku padamu. Aku berfikir mampu mengubah segalanya dalam waktu yang cepat. Aku berfikir dapat memberikanmu kesenangan untuk melambaikan tanganmu. Aku selalu bergembira. Dan memperoleh banyak hal tentang menulis surat-surat cinta. Yang ku harapkan darimu adalah kasih sayang. Aku selalu berfikir sederhana, meumulai aktivitas kerja dengan santai dan dapat mengandalkan kemampuan otakku untuk mengerjakan pekerjaan menulis dalam dunia sastra. Aku berfikir dapat berteman denganmu, dan memberikan rasa percaya diri. Aku sedang berfikir untuk menggabungkan keahlian yang aku miliki menulis dan internet. Aku sedang berfikir mencari penerbit yang mau menerbitkan karya-karya sastra milikku.

Cinta di Ujung Pena,

Hanya itu yang sanggup aku sampaikan. Menulis dan menulis. Sudah lama aku bekerja dengan internet. Banyak hal yang aku dapatkan. Intenet memang bisa diandalkan sebagai sumber-sumber informasi yang aku butuhkan. Aku sedang berfikir mampu mengerjakan pekerjaan internet. Dan membawa tulisan-tulisan yang bermutu dalam kehidupanku. Aku sedang berfikir ilmiah untuk mendayagunakan pikiranku. Aku selalu berharap, dapat kiranya kau mengerti dengan semua pekerjaanku. Aku menulis saja. Dan berharap mendapatkan nafkah dari dunia menulis.

Cinta di Ujung Pena,

Cinta yang indah. Menggebu. Rumit. Menggelora. Berkesan. segalanya datang tidak diketahui, apakah cinta itu? Yang penting aku dan kamu mampu menelusuri ruang-ruang cinta yang kita miliki. Aku banyak berharap dapat kiranya jika aku terus bersamamu. Yang kupikirkan adalah mencintaimu apa adanya. Dan juur aku telah jatuh cinta kepadamu. Yang kupikirkan adalah menyiapkan menikahimu. “Cinta di Ujung Pena”, mungkin hanya ucapan, tetapi penamu yang tajam telah mempengaruhi otak dan pikiranku. Aku cemburu dengan apa pun yang kau tulis. Aku mencintaimu.

Cinta di Ujung Pena,

Ada satu harap dapat kiranya jika cinta ini terus bekerja dan memberikan hasil untuk saling jatuh cinta. Ada hal-hal baru yang ingin kusampaikan. Aku telah jatuh cinta kepadamu. Aku tertarik kepada pribadimu yang baik. Engkau telah memberikan segalanya dalam kehidupanku. Aku menyayangimu. Sungguh.

Cinta di Ujung Pena,

Walupun hanya mampu aku utarakan dengan pena, semoga cintaku abadi selamanya. Aku berharap dapat kiranya jika kita menikah saja. Banyak hal yang bisa aku sampaikan kepadamu. Tetapi sejak sekarang, terimalah cintaku. Cinta tulus untukmu. Aku mencintaimu!

Posted in: Komunikasi