Lorong Waktu

Posted on Oktober 27, 2011

0


Lorong Waktu,

Lorong waktu yang panjang telah membentuk bayang-bayang yang tidak terukur. Ada banyak harapan yang kupanjatkan. Aku memilih menjadi penulis. Aku merasakan kehadiran menulis akan sangat membentu jalannya kehidupanku. Aku mulai berfikir bagaimana mencari penerbit, dan menerbitkan buku. Aku berfikir bahwa yang bisa aku kerjakan hanyalah menulis. Aku sering bermimpi menjadi orang terkenal dan mampu membawa pembaca pada kemampuan membaca yang cerdas. Dalam lorong waktu yang panjang ini kuuraikan berbgam informasi dan sistem komunikasi. Aku menyangka bahwa dengan menulis hatiku menjadi lebih gamblang. Dan mengerti akan berbagai persoalan yang terjadi di negeriku, Indonesia.

Lorong Waktu,

Pagi yang cerah. Matahari baru saja muncul dari balik awan di seelah timur. Cahayanya menguning, emas. Kemudian berpendar menjadi putih. Pagi yang indah, burung-burung bernyanyi di ranting pepohonan. Udara yang sejuk. Dan pemandangan yang indah. Hatiku selalu bermimpi untuk menjdai seorang penulis terkenal. Pagi-pagi aku telah mandi pagi. Sebentar lagi sarapan. Dan sebentar kemudian kuturunkan sepedaku. Aku mengayuh sepeda berangkat kerja untuk menulis. Hatiku yang damai telah menerima apa adanya. Profesiku yang baru, sebagai seorang penulis tidak mengecilkan hatiku untuk berbuat sesuatu secara benar. Aku langkahkan kakiku. Bubacakan Bisamillah. Terus sepeda kukayuh dengan lenggangnya.

Lorong Waktu,

Perjalanan menulis tidaklah semudah dalam pikiran. Perlu pengetahuan  “Freelance”, perlu pengetahuan membaca, menulis, berbicara, berdialog, berdebat, presentasi, dan lain sebagainya. Perlu pula pengetahuan internet dan tata cara menerbitkan situs internet. Yang penting suka dengan dunia internet, dan mampu mengoperasionalkan. Dalam lorong waktu yang panjang ini, aku selalu bermimpi untuk menjadi penulis ytang hebat dan dikagumi oleh orang lain.

Lorong Waktu,

Umurku tidak lagi muda. Aku berfikir bahwa menulis adalah pekerjaan utama milikku. Aku mampu berfikir, merasakan, menganalisis persoalan, dan mampu menyusun kalimat-kalimat pernyataan, pertanyaan, dan lain sebagainya. Sengaja kupilih “Kolom Sastra”. Karena kemampuan akademikku adalah bidang sastra Indonesia. Aku berfikir bahwa segalanya akan beres dan telah terbentuk forum komunikasi sastra.

Lorong Waktu,

Pengetahuanku bertambah dengan hadirnya kemampuan untuk saling melihat apa yang aku kerjakan. Aku berfikir bahwa dengan ini aku sanggup untuk menjadi seorang penulis. Kutulis banyak hal; presiden, rakyat, imajinasi, kreativitas, managemen, buku, internet, komunikasi dan media. Juga tidak lupa menulis novel, puisi dan cerita. Yang penting adalah adanya rasa suka untuk bergaul dengan dunia menulis sastra. Ada kegembiraan untuk memperlakukan karya sastra sebagi panduan menulis sastra. Aku sangat gembira memperoleh banyak hal tentang menulis. Yang penting suka dengan pengetahuan menulis dan membaca sastra. Aku kembangkan kemampuan bahasa yang aku miliki dan memperkembangkan dunia sastra. Semoga berguna!

Posted in: Komunikasi