Melihat Ufuk Tuhan

Posted on Oktober 28, 2011

0


Melihat Ufuk Tuhan,

Pernahkan kau bermimpi ketemu Tuhan? Ketika malam-malam ketika kita tertidur, saya seakan bangun dan terkejut. Tuhan datang dari langit yang sangat tinggi membawa pedang yang panjang untuk siap menyembelihku. Aku begitu ketakutan dan sangat terkejut. Seakan hidup ini akan segera berahkir. Ada hal-hal yang bersifat ketuhanan telah menghadirkan mimpiku begitu nyata. Yang kusaksikan adalah peristiwa melihat ufuk Tuhan. Aku merasakan betul bahwa Tuhan datang padaku dan menyapa dengan gaya Tuhan. Aku seakan terbawa mimpi yang tidak berkesudahan. Dan melihat kekuasaan Tuhan.

Melihat Ufuk Tuhan,

Apa yang kualami adalah peristiwa dimana aku merasakan dekatnya dengan Tuhan. Saat-saat mengaji di pesantren juga bermimpi seolah-olah Tuhan memberikan janji kepadaku untuk menghadiahi aku 6.000 ekor unta., dari nabi Musa AS. Aku begitu tertegun. Saat lain aku seakan diputar-putar di serambi masjid, dan dibiarkan untuk mengelana dalam Masjid Al-Qodir. Aku menyangkan bahwa Tuhan telah menyapaku.

Melihat Ufuk Tuhan,

Saat yang lain ketika kusaksikan ada material banyak sekali yang berguguran. Aku melihat bahwa dunia seakan kiamat. Jalan-jalan yang pernah kulalui ada guguraan lava yang sangat banyak. Butiran-butiran berwarna merah mencair dari ruang angksa, dan disertai ledakan-ledakan dahsyat. Pijar-pijar berwarna merah yang terus menyala. Aku menyangka bahwa Tuhan sedang marah, dan akan membuat dunia ini kiamat.

Melihat Ufuk Tuhan,

Ketika kusaksikan tentara-tentara hijau yang sedang dibangkitkan dari arah uata. Tentara-tentara itu banyak lelaki yang kuat, sedang dibangkitkan dari alamnya, kemudian diperintahkan untuk berdiri. Aku begitu terkejut, ketika sekiatr 10.000 orangtentara sedang dihidupkan ulang oleh Tuhan. Dengan pedang yang panjang, titah Tuhan ini dijalankan. Dan terjadilah. Tentara-tentara itu bangkit. Semuanya berseragam serba hijau. Baju hijau, celana hijau, dan topi hijau. Rasanya aku melihat ufuk Tuhan.

Melihat Ufuk Tuhan,

Aku merasakan kasih sayang Tuhan. Dan menyaksikan dalam mimpi-mimpiku akan kasih sayang Tuhan. Tuhan telah memberiku kesempatan untuk masih tetap hidup dan melanjutkan kehidupanku. Aku banyak bermimpi. Dan melihat keajaiban-keajaiban. Tuhan bimbinglah kami kearah kebaikan dan kemuraham-Mu. Kami patut bersyukur bahwa Tuhan telah memberiku kesempatan untuk tetap berlindung dalam kekuasaan-Mu. Tuhan berilah kami kesempatan untuk memperbaiki diri, dan berjuang dalam jalan-Mu.

Posted in: Komunikasi