Catatan Harian Shinta

Posted on Oktober 29, 2011

0


Catatan Harian Shinta,

Ada hal aneh tentang gadis itu. Namanya Shinta. Ia anak SMA. Dan hobinya main internet. Facebook, dan memakai jejaring sosial. Yang dipelajari dari buku-buku tetang makna kehidupan ini ia tulis dengan baik. Ada hal-hal yang baru yang selalu ia tuliskan. Ia banyak berbicara tentang biografi. Yang kita fikirkan adalah kemampuan untuk membagikan pengalaman kehidupan kita ini.Yang kita rasakan adalah kemampuan untuk membangun komunitas sastra yang luas. Pikiran-pikiran kita tertuju pada kemampuan untuk membentuk organisai yang lebih baik. Kita pantas untuk melihat-lihat hal-hal yang terjadi disekitar kita ini. Kita pantas melihat karya orang lain.

Catatan Harian Shinta,

Aku melihat bakat yang luar biasa yang dimilki Shinta. Aku mencoba untuk melihat hal-hal yang cerdik dari cara berfikirnya. Aku tawarkan untuk menuliskannya di internet, barangkali akan membawa perubahan bagi publikasi yang sedang dipikirkannya. Aku mencoba merayunya. Siapa tahu mampu memberinya kesempatan untuk melakukan pembaharuan dari cara berfikirnya. Yang kami lihat Shinta begitu  berbakat menuliskan buku hariannya. Ia adalah remaja yang berbakat yang mampu menggerakan akal dan pikirannya. Yang aku pikirkan bagaimana membangun komunitas penulis buku harian.

Catatan Harian Shinta,

Inilah yang dikerjaka Shinta. Ia meng-upload file-filenya secara rutin. Ia memang gadis yang pintar dan mampu menuangkan karya ciptanya dengan benar. Yang dilakukannya adalah memabngun impian dan mencerahkan pemikirannya untuk sekedar bertanya, apa yang seharusnya kita kerjakan. Kami berharap, dapat kiranya jika kami mampu memberikannya ruang yang lebih luas untuk berkarya.

Catatan Harian Shinta,

Shinta mencatat setidaknya ada 100 lembar tentang cerita cinta, puisi, internet, dan pergaulan. Semuanya dikemas demikian rapi. Yang diceritakan adalah pengalaman untuk membentuk kepribadian yang matang dan mampu melihat kenyataan yang baik. Yang menjadi pokok pikiran kami adalah bagaimana mewujudkan keinginannya itu dengan segera. Ada banyak harapan yang bisa dibayangkan untuk dibangun sebuah harapan yang membahagiakan. Inilah yang dikerjakan oleh Shinta. Kawan-kawannya banyak ditulisnya. Kepandaiannya menulis ini dipelajarinya  sejak SMP. Dan sampai sekarang sudah mampu menulis dengan baik.

Catatan Harian Shinta,

Yang penting Shinta mampu memberikan pencerahan. Setidaknya pengetahuan yang diubahnya menjadi sebuah kesempatan untuk menggantika kemampuan yang dimilikinya. Yang dipelajarinya adalah kemampuan untuk membangun kepribadian yang sedang tumbuh, pergaulan yang sedang ramai untuk diperbincangkan. Ada kemauan untuk membentuk komunitas yang lebih luas. Perilaku yang mampu dicacat dengan benar tentang pengalaman hidupnya. Kisah yang memberikannya kemampuan untuk menjelaskan kepada orang lain. Shinta telah mengizinkanku untuk menulisnya dalam lembar ini. Siapa mau baca?

Posted in: Komunikasi