Menulis Novel

Posted on Desember 5, 2011

0


Perkenankan kami untuk menulis novel. Ada hal-hal menarik yang pantas untuk dibagikan. Ada kesadaran baru yang telah membentukku. Aku ingin menulis buku, dan berpengharapan dapat kiranya menulis secara rutin. Ada keinginan untuk berbagi dengan sesama. Dan membuat sejarah baru dalam dunia tulis-menulis.

Hadirmu memberi makna yang lebih dari apa yang aku harapkan. Ada pergerakan pemikiran bahwa kita sanggup berbuat apa saja demi yang kita cintai. Tulisan ini berawal dari kisah percintaan yang kita bangun. Aku berharap ada kenangan indah untukmu selamanya. Yang penting kau memperoleh kehidupan yang baru. Kehidupan yang memberikan rasa ingin tahu tentang diri kita. Ada hal-hal penting yang patut untuk kita catat. Perjalanan cinta yang kita buat telah menghasilkan kenangan indah yang hadir selamanya.

Aku begitu merindukanmu. Tetapi yang hadir hanya bayangmu. Kau hilang di tengah-tengah lautan luas internet. barangkali kau telah berbahagia, dan memperoleh cinta yang baru. Walaupun begitu izinkan aku untuk menuliskan kisah cinta kita itu dan menghadirkannya menjadi buku. Ada keinginan untuk menyampaikan apa adanya. Yang kau hadirkan dahulu adalah cinta dan kasih sayang. Tetapi sekarang waktu berbicara hal yang berbeda, dan tinggal kenangan yang indah untuk dikenang kembali. Ada hal-hal penting yang bersifat individual, dan menuntut kehati-hatian untuk menyampaikannya.

Aku tulis novvel ini untuk menyenangkan hatimu. Mudah-mudahan akan menjadi kenangan yang abadi. Abadi dalam pandangan cinta dan kasih sayang. Dahulu kau begitu mencintaiku. Ada-ada saja permintaan, handphone, email, website, dan kenangan bersama. Keindahan cinta yang pernah kita rasakan. Ada kenangan tentang kemesraan yang sanggup kau bangun.

Hadirmu telah membawa perubahan bagi kehidupanku. Dahulu aku kuliah di fakultas Sastra, yang tidak satu pun telah menghasilkan buku. Kini aku rajin menulis, dan merenungkan ulang akan arti percintaan yang pernah kita bangun itu. Semoga akan menjadi artefak yang hidup dan mampu menjadi suri tauladan bagi orang lain.

Semoga kau berkenan dan memberiku semangat juang yang tinggi. Hanya satu harap kiranya kau berkenan untuk membaca buku yang aku buat. Ada kisah-kisah cinta yang pernah kita lewati dan memberiku arti penting yang sangat berguna.

Tiada lupa aku mengucapkan banyak terima kasih atas perhatianmu selama ini. Ada harapan yang memang kandas, tetapi setidaknya ada kenangan yang pantas untuk kita kenang kembali. Aku tuliskan novel ini, sebagai pengingat atas kepergiuanmu. Kepergian selamanya dan tak pernah kembali.

Posted in: Novel, Sastra